Surat yang Selalu Dijanjikan PT Serenity Cipta Fastindo
Ketika pertama kali menginjakkan kaki di proyek milik PT Serenity Cipta Fastindo, Momon hanya membawa sebuah tas lusuh, sepasang sepatu keselamatan, dan secarik kertas berisi nomor telepon istrinya di kampung. Ia diterima bekerja tanpa banyak pertanyaan. "Besok langsung masuk," kata mandor singkat. "Kontrak kerjanya kapan, Pak?" tanya Momon. "Nanti." Jawaban itu terdengar ringan. Namun kata "nanti" terus mengikuti hari-harinya. Setiap pagi sebelum matahari terbit, Momon sudah berdiri di atas tumpukan pasir. Ia mengaduk semen, memikul besi, dan membantu membangun rumah-rumah yang kelak dihuni orang lain. Bangunan semakin tinggi, tetapi kepastian mengenai status pekerjaannya tak pernah datang. Beberapa pekerja baru berganti wajah setiap bulan. Mereka datang, bekerja, lalu pergi tanpa pernah benar-benar memahami status hubungan kerja mereka. Suatu sore, hujan deras memaksa seluruh pekerja berteduh di bawah dak beton. Di sanalah seorang p...